makasih vi, aku myoba resepe tetes as salisilat n as bensoat, RADA SUDA tapi sering lali netesi, karo njajal pedicure, kapan ya ning sby? tak hub ya lek rana? pingin ndang mari
Ass. Iis,
terus terang masalah kuku adalah yang paling sulit baik mendx maupun terapi. Tidak semua kelainan pada kuku selalu jamur. Banyak kelainan kulit yang manifestasinya di kuku. Kalau aku lihat kasus Iis adalah distrophic nail, mungkin karena trauma? Biasanya kalau kelaiannya kena matrix kuku (induknya kuku), maka walaupun sudah dilakukan ekstraksi tumbuhnya akan tetap jelek. Ok itu uga hati2 nyaranin cabut kuku pada jamur karena tidak terlalu menyelesaikan masalah, justru kadang tumbuhnya kuku yang awalnya bagus kadang jadi miring.
Untuk kasus Iis untuk mencari penyebab dilakukan pemeriksaan kerokan kuku lalu di KOH dan kultur. Kultur diambildengan memotong kuku agak dalam lalu dihancurkan dan dikultur. Yang paling pintar melakukannya mbak Bintarti asistenku di bagian jamur. Kapan IIs ke surabaya nanti janjian ketemu ya. Kalau jamur akan mudah penatalaksanaannya. Kalau bukan jamur mungkin bisa dengan cara avulsi kuku dengan urea 40 %. Oke aku tungu tanggapannya.
Love u sist. Kangen berat.
ass, hallo evi…………. aku konsul
aku duwe masalah jempol kuku kaki kananku iku wis tahu diekstraksi oleh sejawat bedah, tapi kukune metune panggah pecah dadi 2, padahal wis dikerok barang nail bed e, aku curiga jangan2 kena infeksi, jamur apa liyane, meski gak lara banget sangat ganngu, apa kira? advis terapi? ….ok makasih sebelumnya
To Anas, sebetulnya banyak dari kita ini yang hit and run, inguk-inguk sebentar terus menghilang seperti tengarai teman-teman. Aku yo kudhu ngguyu sakjane nulis iki. Cocok duik endhok.
To Winda, mestinya ada penyakit yang mendasari anda, yang paling sering apakah asthma bronchiale atau tuberculosis paru atau bronchiectasis. Paru yang tidak mengembang setelah dipasang selang umumnya disebabkan ada kebocoran dari paru-paru yang tidak menutup, oleh karena itu perlu dilihat. Prosedur thoracotomy dengan membuka dinding dada mengerikan ? Ada alternative lain yakni menggunakan Video Assisted Thorascopy yang minimally invasive seperti orang di endoscopy atau laparoscopy hanya perlu irisan beberapa cm di beberapa tempat, tetap perlu pembiusan.
Masih takut juga ? Pasang kembali Buellau drain dan lakukan fisioterapi nafas yang baik. dan berharap paru dapat mengembang. Lha yek opo maneh. Semoga bermanfaat.
to Winda
Sebenarnya yang lebih berkompeten jawab adalah TS Bedah dan Paru (sayang keduanya jarang mengapresiasi blog ini). Adapun saya sendiri dari bidang Anestesi, memang pernah menginstal Water Seal Drainage (WSD)/bullou drain, tapi tidak rutin, hanya pada pasien-pasien yang kritis. Juga beberapa kali teribat dalam pembiusan operasi thoracotomy (spt yg Winda sebut).
Kalau operasinya bisa simpel bisa kompleks tergantung etiologinya. Rata-rata berjalan lancar dan baik. Kecuali operasi pengangkatan tumor rongga dada (mediastinum), biasanya perdarahannya banyak sekali.
Sekiranya jalan terbaiknya (menurut dokter yang merawat Winda) adalah operasi, tidak usah takut/khawatir. Sudah banyak pengalaman operasi yang demikian di center-2 kesehatan di Indonesia.
Maaf bila kurang pas, selebihnya mungkin bs di skype ato email. Tq
saya baru 2 hari keluar dari rumah sakit krn pneumothotax.sudah mendapat perawatan dendan bollou selama 3 minggu,tapi dr bilang paru saya masih kempes.solusi dr untuk dibedah n dilihat lubang diparu.tapi saya n keluarga takut menhadapi operasi tsbt.jadi saya keluar paksa dari rs.saat ini sy masih tergolek di rumah.saya tidak merasakan sesak,hanya cara bicara sy terasa berat ncepat lelah.vitamin sy konsumsi.makan jg cukup.aktivitas dikurangi,hanya istitahat.apakah ada solusi lain selain operasi bedah thorax tadi?koq kesannya extem banget ya
sakit pastnya
dan mahal biayanya khan?”
mohon saran
thx
sorry aku baru baca konsul teman2 di sini, kok rata2 konsulnya ke ahli jiwa Ya? aku yg baca jadi ketularan juga mau konsul setelah terbahak2.
Dr yunita yg baik, gimana cara memotivasi anak agar mereka mau belajar atas kesadarannya sendiri, soale anakku yg kedua itu sering ‘ngentengne belajar’ ( sorry ya ini pertanyaan yg serius)
aku tunggu!
Aku juga sering lihat kebiasaan orang2. Sudah tau kotoran di sela2 kuku pasti bau, tapi habis korek2 kuku kok masih dicium juga ya. Apa nggak kapok dengan pengalaman yang sudah2. Mungkin mereka ingin meyakinkan diri ya. Hee.Hee..Sama juga dengan orang hamil. Sudah tau kalo melahirkan sakit kok masih hamil lagi. Apa mau bereksperimen, bek2e partus sing saiki gak loro. Tibak’e podo ae. Kapok2 lombok jenege yo
saya perempuan yang telah menikah selama 5 tahun dan belum punya keturunan, bila datang bulan selalu terasa sakit di perut, paha, pinggang.
akir2 ini leher atas sering terasa tegang dan kaku, aku pengen tahu apa kira2 penyebabnya dan gimana mengatasinya
makasih vi, aku myoba resepe tetes as salisilat n as bensoat, RADA SUDA tapi sering lali netesi, karo njajal pedicure, kapan ya ning sby? tak hub ya lek rana? pingin ndang mari
Ass. Iis,
terus terang masalah kuku adalah yang paling sulit baik mendx maupun terapi. Tidak semua kelainan pada kuku selalu jamur. Banyak kelainan kulit yang manifestasinya di kuku. Kalau aku lihat kasus Iis adalah distrophic nail, mungkin karena trauma? Biasanya kalau kelaiannya kena matrix kuku (induknya kuku), maka walaupun sudah dilakukan ekstraksi tumbuhnya akan tetap jelek. Ok itu uga hati2 nyaranin cabut kuku pada jamur karena tidak terlalu menyelesaikan masalah, justru kadang tumbuhnya kuku yang awalnya bagus kadang jadi miring.
Untuk kasus Iis untuk mencari penyebab dilakukan pemeriksaan kerokan kuku lalu di KOH dan kultur. Kultur diambildengan memotong kuku agak dalam lalu dihancurkan dan dikultur. Yang paling pintar melakukannya mbak Bintarti asistenku di bagian jamur. Kapan IIs ke surabaya nanti janjian ketemu ya. Kalau jamur akan mudah penatalaksanaannya. Kalau bukan jamur mungkin bisa dengan cara avulsi kuku dengan urea 40 %. Oke aku tungu tanggapannya.
Love u sist. Kangen berat.
EV ER
ass, hallo evi…………. aku konsul
aku duwe masalah jempol kuku kaki kananku iku wis tahu diekstraksi oleh sejawat bedah, tapi kukune metune panggah pecah dadi 2, padahal wis dikerok barang nail bed e, aku curiga jangan2 kena infeksi, jamur apa liyane, meski gak lara banget sangat ganngu, apa kira? advis terapi? ….ok makasih sebelumnya
To Anas, sebetulnya banyak dari kita ini yang hit and run, inguk-inguk sebentar terus menghilang seperti tengarai teman-teman. Aku yo kudhu ngguyu sakjane nulis iki. Cocok duik endhok.
To Winda, mestinya ada penyakit yang mendasari anda, yang paling sering apakah asthma bronchiale atau tuberculosis paru atau bronchiectasis. Paru yang tidak mengembang setelah dipasang selang umumnya disebabkan ada kebocoran dari paru-paru yang tidak menutup, oleh karena itu perlu dilihat. Prosedur thoracotomy dengan membuka dinding dada mengerikan ? Ada alternative lain yakni menggunakan Video Assisted Thorascopy yang minimally invasive seperti orang di endoscopy atau laparoscopy hanya perlu irisan beberapa cm di beberapa tempat, tetap perlu pembiusan.
Masih takut juga ? Pasang kembali Buellau drain dan lakukan fisioterapi nafas yang baik. dan berharap paru dapat mengembang. Lha yek opo maneh. Semoga bermanfaat.
to Winda
Sebenarnya yang lebih berkompeten jawab adalah TS Bedah dan Paru (sayang keduanya jarang mengapresiasi blog ini). Adapun saya sendiri dari bidang Anestesi, memang pernah menginstal Water Seal Drainage (WSD)/bullou drain, tapi tidak rutin, hanya pada pasien-pasien yang kritis. Juga beberapa kali teribat dalam pembiusan operasi thoracotomy (spt yg Winda sebut).
Kalau operasinya bisa simpel bisa kompleks tergantung etiologinya. Rata-rata berjalan lancar dan baik. Kecuali operasi pengangkatan tumor rongga dada (mediastinum), biasanya perdarahannya banyak sekali.
Sekiranya jalan terbaiknya (menurut dokter yang merawat Winda) adalah operasi, tidak usah takut/khawatir. Sudah banyak pengalaman operasi yang demikian di center-2 kesehatan di Indonesia.
Maaf bila kurang pas, selebihnya mungkin bs di skype ato email. Tq
saya baru 2 hari keluar dari rumah sakit krn pneumothotax.sudah mendapat perawatan dendan bollou selama 3 minggu,tapi dr bilang paru saya masih kempes.solusi dr untuk dibedah n dilihat lubang diparu.tapi saya n keluarga takut menhadapi operasi tsbt.jadi saya keluar paksa dari rs.saat ini sy masih tergolek di rumah.saya tidak merasakan sesak,hanya cara bicara sy terasa berat ncepat lelah.vitamin sy konsumsi.makan jg cukup.aktivitas dikurangi,hanya istitahat.apakah ada solusi lain selain operasi bedah thorax tadi?koq kesannya extem banget ya
sakit pastnya
dan mahal biayanya khan?”
mohon saran
thx
sorry aku baru baca konsul teman2 di sini, kok rata2 konsulnya ke ahli jiwa Ya? aku yg baca jadi ketularan juga mau konsul setelah terbahak2.
Dr yunita yg baik, gimana cara memotivasi anak agar mereka mau belajar atas kesadarannya sendiri, soale anakku yg kedua itu sering ‘ngentengne belajar’ ( sorry ya ini pertanyaan yg serius)
aku tunggu!
Aku juga sering lihat kebiasaan orang2. Sudah tau kotoran di sela2 kuku pasti bau, tapi habis korek2 kuku kok masih dicium juga ya. Apa nggak kapok dengan pengalaman yang sudah2. Mungkin mereka ingin meyakinkan diri ya. Hee.Hee..Sama juga dengan orang hamil. Sudah tau kalo melahirkan sakit kok masih hamil lagi. Apa mau bereksperimen, bek2e partus sing saiki gak loro. Tibak’e podo ae. Kapok2 lombok jenege yo